Bagaimana kami terbentuk ?

Hubungan antara Kota Banda Aceh dengan Kota Higashimatsushima mulai terjalin pasca gempa dan tsunami pada tahun 2011 yang melanda Jepang, dimana Kota Higashimatsushima merupakan salah satu kota yang terkena dampak dari bencana ini. Kota Banda Aceh juga pernah mengalami hal yang serupa pada tahun 2004.Sejak saat itu, tiga kunjungan ke Kota Higashimatsushima telah dilakukan oleh pihak Kota Banda Aceh, termasuk kunjungan dari Wakil Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa'aduddin Djamal yang mana saat ini telah menjabat sebagai Walikota Banda Aceh menggantikan Bapak Alm. Ir. Mawardi Nurdin, M.Sc.

Rencana Aksi:

Project ini memiliki empat tema dalam pelaksanaan kerjasama di bidang pembangunan antara Kota Higashimatsushima dan Kota Banda Aceh

Disaster Management

Meningkatkan kesadaran warga dan pemahaman atas pentingnya mitigasi bencana khususnya gempa dan tsunami.

Waste Management

Untuk mendorong masyarakat dalam pengelolaan siklus limbah dan pembuangan limbah yang ramah lingkungan

On Job Training (OJT)

Program ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan tentang partisipasi warga terhadap pembangunan kota.

Economic Empowerment

Membangun mental kewirausahaan dan kemandirian ekonomi masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas hidupnya.

Translate »