

Banda Aceh (24/02/26) – Bappeda Kota Banda Aceh menyelenggarakan Musyawarah Rencana Aksi Perempuan dan Anak (Musrena) 2026, Musrena merupakan wadah komunikasi langsung bagi perempuan, anak dan disabilitas di gampong untuk memberikan masukan dan usulan rencana pembangunan tahunan dan diintegrasikan ke dalam RKPD. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, 24-26 Februari 2026, yang bertempat di ruang aula Kantor Bappeda.
Acara ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Bappeda Kota Banda Aceh M.Nurdin, S.Sos, M.Si. dan dihadiri lebih dari 150 peserta yang terbagi atas 3 sesi dari berbagai kalangan antara lain dari kelompok balee inong, kelompok perempuan dari Gampong dan Kecamatan, kelompok disabilitas dari Gampong dan Kecamatan, Geuchik, aparatur Gampong, Pengurus PKK Gampong dan Kecamatan, Forum anak, Komunitas Sahabat Hijau dan NGO/ LSM terkait, Perwakilan pimpinan daerah dan DPRK serta OPD terkait lainnya.
Dalam paparannya Kabid Riset, Inovasi Daerah, Pengendalian Program dan Evaluasi Roni, S.STP selaku ketua pelaksana menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah komunikasi langsung bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas di gampong. Melalui Musrena, mereka dapat memberikan masukan dan partisipasi dalam rencana pembangunan tahunan kota Banda Aceh. Ini adalah langkah awal dalam proses perencanaan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Event tahunan ini juga menghadirkan 3 fasilitator yaitu Abdullah (Flower Aceh), Siti Maisarah, dan Nashriyah (PSGA UIN Ar-Raniry). Adapun proses fasilitasi ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu :1. Mendiskusikan dan memilih dua usulan kegiatan prioritas di tingkat gampong; 2. Menetapkan dua pilihan usulan prioritas yang sudah disepakati ke dalam “Berita Acara”; 3. Pleno dengan pemaparan hasil diskusi (per Kecamatan), diwakili oleh peserta yang disepakati; 4. Tanda tangan berita acara, pemilihan perwakilan Kecamatan, dan input hasil Musrena ke dalam aplikasi oleh operator.

