EVALUASI RPJM

cover-lap-RPJM-150x150

Dalam masa awal kepemerintahan Kota Banda Aceh yang dipimpin oleh Bapak Ir.Mawardy Nurdin M.Eng.Sc dan Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal padatahun 2007, telah dirumuskan dokumen RPJM Kota Banda Aceh 2007 – 2012, yang memuat visi, misi,dan strategi pembangunan daerah, grand strategy/tujuan, serta sasaran dan indikator pembangunan. Saat tersebut adalah masa yang sulit, dimana Kota Banda Aceh sedang menjalani masa proses rekonstruksi dan rehabilitasi setelah kota ini hancur akibat bencana gempa dan tsunami. Rakyat aceh juga sedang dilanda euphoria akan penandatanganan MoU perdamaian

antara GAM dan Pemerintah Indonesia yang telah bersengketa selama 30 tahun lebih. Oleh
karena itu, masyarakat sangat berharap pada Mawardy-Illiza yang terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh dalam Pemilukada Langsung yang dilakukan pertama kali di Aceh agar dapat membawa kota dan masyarakat Kota Banda Aceh menjadi lebih sejahtera dan bermartabat.
Setelah empat tahun berjalan, banyak capaian dan keberhasilan yang telah dihasilkan. Kota Banda Aceh telah berubah menjadi kota yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumterjadinya gempa dan tsunami, hal ini dapat terlihat dari berbagai penghargaan yang telahditerima kota ini.
Pembangunan yang mampu merubah kearah kondisi yang lebih baik merupakan hasil dari perencanaan yang baik. Bappeda Kota Banda Aceh yang memiliki tugas sebagai perencana dalam pembangunan daerah memiliki salah satu tanggung jawab untuk mensinerjikan strategi pembangunan daerah yang tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM) yang telah disusun bersama dengan program pembangunan yang dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Banda Aceh, yang berjumlah 36 (tiga puluh enam) SKPD untuk mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance).