Konsultasi Bidang Pendidikan dengan EPRA

Konsultasi Bidang Pendidikan dengan EPRA

Australian Aid dan Uni Eropa, melalui ADB tahun 2013-2014 membantu pendanaan penelitian kebijakan yang dinamakan Education Policy Research For Aceh (EPRA)
penelitian dilaksanakan dibawah program Analytical dan Capacity Development Partnership (ACDP) dan terdiri dari 3 komponen, yaitu:

1. STUDY A – Peningkatan Kualitas dan relevansi pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan
2. STUDY B – Peningkatan managemen dan perencanaan Tenaga Guru
3. STUDY C – Evaluasi Penggunann Dana Otonomi khusus dan dana minyak dan Gas untuk pendidikan

Tujuan diadakanya survey ini adalah:

  • Bukan hanya riset, tapi mempengaruhi dan mengubah kebijakan (policy Change)
  • Untuk itu, hanya riset akan dituliskan dalam bentuk catatan kebijakan (poclicy briefs)
  • Hasil riset akan dikomunikasikan dan diadvokasikan ke berbagai pemangku kepentingan (advocacy)
  • Memperkuat kapasitas riset lokal di Aceh.

Pendekatan yang digunakan dalam survey ini adalah :

  • Partisipatif (melibat multi stake-holders)
  • Memanfaatkan kekuatan data dan studi sebelumnya
  • Adanya managing group (MG, Kelompok pengendali, semacam SC)
  • Melibatkan Pokja Ahli dari SKPA
  • Melibatkan lembaga riset independen di Aceh (ICAIOS), Aceh institute)
  • Konsultasi lokal dan nasional Output
  • Laporan Insepsi untuk stydy A,B dan C dan keseluruhan
  • Rencana Komunikasi
  • Rencana M&E (monitoring dan Evaluasi)
  • Laporan Survey
  • Laporan Final study A,B dan C
  • Kertas Posisi, Policy Brief
  • LokaKarya lokal dan nasional
  • Laporan proyek

Untuk itu pada Hari Kamis tanggal 5 Juni 2014 diadakan pertemuan untuk membahas kegiatan tersebut, pertemuan ini diadakan di aula Bappeda kota Banda Aceh, dimulai pukul 08.30.

Untuk Kota Banda Aceh, target survey pada 3 sampel SMK yaitu :

  1. SMKN 3 B. Aceh jurusan Akomodasi Perhotelan
  2. SMKN 3 B. Aceh jurusan Jasa Boga
  3. SMKN 5 Telkom B. Aceh jurusan teknik Komputer dan Jaringan

Dari hasil kegiatan ini ditemukan beberapa problematika di SMK , antara lain :

  1. Masih kekurangan untuk jurusan khusus
  2. Belum ada vocational training yang dapat dimanfaatkan untuk interternal dan eksternal
  3. Capacity Building untuk kepala sekolah kejuruan
  4. Perlu ditingkatkan Pendidikan karakter, kedisiplinan.
  5. Kualitas mengajar yang kurang efektif.

One Response

  1. semoga survey ini membuahkan hasil yang bermanfaat untuk pendidikan di aceh 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »