BASAJAN

peta-basajan-300x239

Untuk mengantisipasi perubahan ekonomi yang terjadi pasca gelombang tsunami, setelah para donor menyelesaikan bantuan dan kegiatan BRR yang akan segera usai maka pemerintah Banda Aceh berusaha meningkatkan kesiapan dengan peningkatan kapasitas manajemen termasuk koordinasi antara eksekutif dengan lembaga legislatif, antara pemerintah dengan stakeholder dan antar Kabupaten/Kota yang

Kerjasama Regional BASAJAN didasarkan pada keinginan untuk memajukan daerah dan kesadaran bahwa dengan memadukan potensi akan diperoleh hasil yang lebih baik. Ketiga daerah menyadari hal ini dan sepakat membentuk wadah kerjasama daerah yang merupakan bentuk ikatan yang saling menguntungkan sehingga akan mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan kemajuan daerah

Didasari keinginan yang kuat untuk maju, dibantu oleh pihak GTZ-SLGSR maka selama periode Desember 2007-Maret 2008 dibuatlah serangkaian pertemuan sebagai persiapan untuk pertemuan puncak untuk mencapai kesepakatan yang dilakukan oleh tim teknis BASAJAN di ketiga daerah dengan Kepala Daerah dan pemangku jabatan lain. BASAJAN adalah akronim dari nama tiga ibukota kabupaten/kota di provinsi Aceh, yakni Banda Aceh – Sabang – Jantho (Aceh Besar).

salaman-300x174

BASAJAN merupakan sebuah konsep dan strategi kerjasama pembangunan terpadu antar-tiga daerah tersebut, khususnya di bidang Pariwisata, Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam bahasa Aceh basajan bermakna selalu dibawa bersama.

 

deklarasi-basajan

Badan Kerjasama Regional (BKR) BASAJAN lahir dari adanya kesamaan visi tiga kepala daerah BASAJAN yakni, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Walikota Sabang Munawarliza Zainal dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud, di Banda Aceh pada bulan Juni 2008 bertepatan dengan acara HUT Kota Banda Aceh ke-803. Kesepakatan ini selanjutnya diformalkan dalam bentuk Nota Kesepahaman Nomor 17/MOU/2008, dan Nomor 134.4/2531/2008 dan Nomor 119/7424/2008” tertanggal 6 Agustus 2008, dan Peraturan Bersama (Perma) No. 18 th 2009 (Banda Aceh), No. 25 th 2009 (Sabang) dan No. 25 th 2009 (Aceh Besar). Pembentukan BASAJAN juga tidak terlepas dari adanya dukungan Gubernur Aceh Ir. Irwandi Yusuf Msc, dalam wujud Peraturan Gubernur Provinsi Aceh No.66 Tahun 2009 Tentang dukungan Kerjasama Regional BASAJAN. Secara khusus BASAJAN mendapat dukungan DED dan GTZ dari Jerman. Tindak lanjut dari berbagai dukungan tersebut mengkristal dalam konferensi internasional BASAJAN di kantor Euro House di Banda Aceh, pada pertengahan tahun 2008, dan secara resmi didirikan dalam suatu acara khusus di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh pada 18 Juli 2008.